BREAKING NEWS
Loading...
Bersyukur

Tetap bersyukur akan membuat hidup lebih tenang..

Era Digital

Mari songsong era digital dengan penuh semangat dan percaya diri.

Hidup itu indah

Hidup adalah anugerah.

Karya

Terus belajar dan berkarya.

RIZALmedia

Disinilah semua ide dan gagasan saya persembahkan.

Kepanjen Idol

Sebuah wadah yang saya persembahkan untuk mendukung generasi muda kita.

Komunitas Blogger Indonesia

Sebuah komunitas yang saya dirikan dan persembahkan untuk kawan-kawan para blogger dari seluruh Indonesia.

Radio Kepanjen FM

Media radio yang pernah saya dirikan untuk misi hiburan dan pendidikan.

Tentang Arizal

Wawasan

Belajar Blog

Belajar Desain Grafis

Belajar Multimedia

RIZALmedia

Software

Belajar Media Sosial

Film

Hiburan

V8 itu Bukan Soundcard/Audio Interface


V8 BUKAN SOUNDCARD/AUDIO INTERFACE


Dari diagram ini dapat kita lihat, output V8(live 1 & live 2) adalah sinyal analog, bukan sinyal digital, jadi ouput live 1 & 2 harus dicolok ke input HP, soundcard HP lah yang sebenarnya merecord, bukan V8.


V8 sendiri tidak punya converter ADC(analog to digital converter).


Accompany instrument adalah input analog, sinyal yang masuk harus analog, yaitu output dari jack earphone HP yg sudah menjadi sinyal analog.


Soundcard membutuhkan ADC(analog to digital converter) untuk merecord, dan DAC( digital to analog converter) untuk menconvert data digital ke analog supaya bisa di playback.

Cara Edit Video di Adobe Premiere Pro

Sebelum kita memulai sebuah perjalanan mengedit film menggunakan adobe premiere pro CS4, kalian bisa mengambil beberapa video yang akan kalian gunakan selama mengedit film. Terlebih dahulu kalian membuat script, yaitu sebuah daftar isi dari film yang akan kalian rencanakan secara berurutan. Setelah itu masukkan semua data film yang telah diambil dari berbagai sumber, dimasukkan menjadi satu kedalam harddisk komputer kalian. Letakkan semua file tersebut didalam satu folder selain disk C.

Setelah semua perlengkapan siap, kita buka aplikasi Adobe Premiere Pro CS4.
Setelah kita melihat tampilan start-up, kita akan di hadapkan dengan sebuah tampilan Project.

Disini kita akan mengisikan nama project, lokasi dimana file project akan disimpan. Lalu kita klik tombol OK.

Kita akan dihadapkan oleh pembuatan sequence(tempat pengeditan) dengan memilih beberapa profil.



Kita akan memilih profil AVCHD 1080p 24, sedangkan untuk pengaturan frame size, frame rate, audio rate, audio trackdan pixel aspect ratio dengan membuka tab General dan Tracksyang berada di samping tab sequence preset.



Setelah itu akan muncul halaman kerja untuk mengedit.

Fungsi:
1. Preview file
2. daftar file yang akan digunakan
3. Tempat pemotongan film
4. Preview hasil
5. Efek, info file, browser file.
6. Tempat mengedit.
7. Indikator suara
8. Alat untuk memotong, memanjangkan.


Membuka file browser dan menempatkan file-file video yang akan kita edit. Ada beberapa file yang di dukung, namun file yang paling baik bekerja adalah MPEG-2, MPEG-4, FLV, 3GP, MP4, WMV. Sedangkan file vob, mkv, dan DAT tidak bisa didukung dan jika diconvert ke file apapun, hasilnya kurang memuaskan.


Setelah itu kita menggeser file tersebut ke dalam sequence dan menem-patkannya pada posisi waktu ya-ng direncanakan/penyesuaian dengan rencana sebelumnya.


Namun terkadang file videoyang kita masukkan mempunyai ukuran yang jauh lebih kecil ; kurang lebar (3:4); atau jauh lebih lebar (16:9) dari layar preview yang sebelumnya kita rancang.


Kita bisa mengedit bagian dari sequence tersebut untuk mengubah posisi dan ukuran. Dengan cara menseleksi bagian yang akan diubah. Lalu memindahkan alat penunjuk pemutaran di atas bagian yag di seleksi. Lalu melakukan pengubahan ukuran sesuai tinggi dan tempat.


Di dalam effect controls kita bias menambahkan efek berupa chroma key, chroma colors, sepia dll.



Selain video effect kita bisa menambahkan transisi video, agar para penonton film yang kita buat bisa merasa nyaman dengan pergantian bagian-bagian dari film.

Cara penggunaannya cukup mudah, pilih salah satu efek. Lalu kita drag ke salah satu bagian dari sequence. Dapat diletakkan di depan, di belakang dan di antara 2 duabagian yang menempel di atasnya atau di sampingnya.

Kita bisa menambahkan beberapa buah jenis judul untuk film kita.

· Default Still: Title yang diam. Untuk meng-gerakkannya membu-tuhkan effects.
· Default Roll: Title yang bergerak keatas.
· Default Crawl: Title yang bergerak ke kiri.

Untuk menggunakan title-title tersebut ada beberapa cara. Default Still hanya membutuhkan satu layar penuh yang pas dengan layar preview, jika berlebihan akan terpotong. Default Roll membutuhkan teks yang ditulis ke bawah. Sebaiknya menaruh teks pertama pada bagian bawah layar preview, tujuannya memberi jeda. Default Crawl membutuhkan teks yang ditulis ke kanan.

setelah kita memilih jenis titleyang digunakan. Mulai untuk mengatur dan memberi nama pada title dan Akan mencoba Default Still.
Akan muncul sebuah jendela yang akan digunakan untuk mengedit title. 
 
Pada kolom Title tools alat yang digunakan memindahkan teks adalah ikon yang bergambar pointer dan yang digunakan untuk menambah dan mengedit teks adalah yang ikon yang bergambar huruf T. Pada kolom title properties, bisa menambahkan efek bayangan dll. Pada kolom title, ada pengaturan jenis dan ukuran huruf, jarak, spasi, juga ditampilkan layar preview untuk memudahkan dalam meletakkan teks. Pada kolom title styles bisa digunakan untuk membuat teks mempunyai gaya tersendiri, bisa di edit pada title properties. Kamu juga bisa menambahkan gambar dengan menekan tombol kanan mouse anda, pilih insert picture.

Untuk Default Roll, ada cara ter-sendiri. Dengan membuat teks ya-ng anda tulis menjadi sangat panjang. Biasanya Default Rollini digunakan saat akhir dari sebuah film.

Setelah anda melakukan pengeditan, titleotomatis tersimpan setelah anda menutup jendela pengeditan.

Title yang sudah dibuat akan langsung masuk dalam daftar file yang digunakan. Untuk menggunakannya geser masuk menuju bagian mana yang dikehendaki. Semua title bersifat transparan, jika ingin menampilkan title pada saat sebuah cuplikan berlangsung. Tempatkan title pada tempat yang lebih tinggi, yaitu diatas track video(bagian sequence) yang digunakan cuplikan. Semisal cuplikan ada di track video 1, maka title harus di letakkan di track video 2 tepat diatas cuplikan tersebut, jangan terbalik.


Semua title yang telah dibuat mempunyai durasi 5 detik. Untuk bisa menyamakan atau membuat title menjadi lebih lambat untuk Default Roll dan Default Crawl, cukup menseleksi sebuah title dan menariknya sampai bagian yang di inginkan, bisa melihat layar preview.

Mengedit dan berkreasi
Mungkin lebih menarik kalau kita bisa memutar waktu sebuah klip video, semisal, video seorang yang asik makan di sebuah restoran. Dengan fitur clip speed/duration kita bisa membuat para pelanggan seolah-olah memuntahkan makanannya dan mengembalikannya pada restoran tersebut.

Cara menggunakan fitur clip speed/duration dengan mengubah jumlah durasi dalam jumlah millisecond. Semakin kecil nilai yang diberikan, akan membuat pemutaran semakin cepat. Sedangkan semakin banyak nilai yang diberikan, akan membuat pemutaran semakin lambat. Dengan Reverse Speed bisa membalik putar video.

Menyelesaikan Editing dengan Adobe Encoder.

Untuk menyelesaikan sebuah film di Adobe Premiere Pro CS4, File > Export > Media. Setelah itu akan terbuka Jendela Export Setting.

Pada jendela ini kamu harus menentukan Format file, preset, Output file, dan setting audio dan video.

Untuk pegaturan ukuran Frame bisa disesuaikan dengan kebutuhan, Frame rate disesuaikan 24, dan bit ratedisesuaikan dengan kebutuhan, kalau ingin video berkualitas tinggi yang berukuran kecil gunakan nilai ~0.5 - ~1 Mbps. Kalau untuk kebu-tuhan perfilman, saya sarankan di-atas 1 Mbps, se-makin besar file, semakin besar bit rate, dan tergantung dengan panjang video.


Setelah menekan tombol OK, akan muncul jendela aplikasi dari Adobe Media Encoder.

Apabila sudah terbuka Adobe Media Encoder, dengan menekan tombol start queue, jika setelah anda menekan terjadi kesalahan dan status sequence menjadi tombol tanda seru. Anda bisa me-nekan tombol duplicate dan memulai setting lagi. 

Terlebih meng-urangi bit rate dan meny-amakan dengan maximum bit rate.

Tips, Trik, Review Camera Shooting Murah Terbaik SONY HXR-MC2500


Sudah lama sebenarnya saya ingin me-review seri kamare HXR-MC2500 keluaran vendor SONY yang cukup memukau sebenarnya bagi saya. Mengapa? Hehehe.... itu yang segera akan saya bahas. Sebagai praktisi paling tidak wawasan ini akan sedikit mencerahkan teman-teman yang berkecimpung di Media Audio Visual (video production, broadcast tv, filmmaker, dll). Tentu saya akan bahas dari dua sisi yakni keunggulan dan kelamahan. Yuk mulai saja...

Pertama mari kita lihat fitur terlebih dahulu ada apa saja, berikut fitur-fitur yang disediakan oleh kamera tersebut.

1. 1/4" Exmor R CMOS Sensor
2. 26.8mm Equivalent Wide-Angle Lens
3. Records SD in DV AVI File
4. OLED Viewfinder with 1.44 Million Dots
5. Flip-Up 3" LCD with 921k Dot Resolution
6. Wi-Fi Connectivity with NFC
7. Internal 32GB Flash Memory
8. Sony Multi-Interface Hot Shoe
9. BNC Connector on Composite Output
10. SDXC/Memory Stick Card Slot


Secara umum kamera Sony HXR-MC2500 Shoulder Mount AVCHD Camcorder itu didesain untuk para video maker yang membutuhkan kestabilan gambar pada saat mengambil (merekam gambar) dengan kualitas gambar Full HD. Kali ini SONY berani mengeluarkan jenis kamera berkelas prosumer berkualitas profesional (baca: semi pro). Selain itu kamera Sony HXR-MC2500 Shoulder Mount AVCHD Camcorder memiliki sensor 1/4" Exmor R CMOS, sebelum itu apa sih Exmor?

Exmor adalah nama dari sebuah teknologi Sony yang diimplementasikan pada beberapa sensor gambar CMOS (Complementary metal–oxide–semiconductor) mereka. Ia melakukan on-chip analog / konversi sinyal digital dan dua langkah pengurangan kebisingan secara paralel pada setiap kolom dari sensor CMOS. Sedangkan Exmor R adalah versi back-illuminated CMOS sensor gambar Sony. [1] Exmor R diumumkan oleh Sony pada 11 Juni 2008 dan merupakan implementasi yang diproduksi secara massal pertama di dunia teknologi sensor back-illuminated [2] Sony mengklaim bahwa Exmor R adalah sekitar dua kali lebih sensitif. Sensor aktif pixel ini ditemukan di beberapa ponsel Sony ponsel dan kamera serta Apple iPhone 4S dan 5. [3] [4] Exmor R sensor memungkinkan kamera smartphone untuk menangkap film definisi tinggi (Full HD) dan diam di daerah low ligth (cahaya rendah) -sumber: wikipedia-. Sehingga kamera tersebut dilengkapai atau dibantu dengan LED Light yang memiliki tingkat keterangan 800 lumens pada jarak 1,6M.

Jenis kamera ini juga sudah merekam gambar kualitas Full HD berbeda dengan generasi sebelumnya seri MC- HXR 1500 terobasan berani dari SONY untuk menggebrak market camcorder berbasis SD bermigrasi ke Full HD, kemera tersebut memiliki CODEC supprort AVHD format (H.264) selain itu juga bisa digunakan untuk merekam kualitas DV dengan format Codec AVI, masih berbaik hati ya SONY. Yuk kita lihat recording rate-nya, tak perlu mengerti apa itu PS, FX, FH dan seterusnya, yang paling penting kamera jenis ini sudah mendorong para video maker untuk bermigrasi menggunakan teknologi Full HD.

Recording Rate
HD:
PS (28 Mbps) 1920 x 1080: 60p
FX (24 Mbps) 1920 x 1080: 60i, 30p, 24p; 1280 x 720: 60p
FH (17 Mbps) 1920 x 1080: 60i, 30p, 24p, 16:9, 1280 x 720/60p, 16:9
HQ (9 Mbps) 1280 x 720: 60p

SD:
DV (25 Mbps) 720 x 480: 60i

Kamera tersebut juga memilki konektifas Wi-Fi yang memungkinkan kamare dapat dikontrol secara jauh dengan aplikasi (app) dari smartphone atau tablet, meskipun tidak bisa lebih dari 10m.

Untuk merekam live tapping (baik singlecam atau multicam) memiliki konektifitas fitur yang lengkap yakni HDMI dan BNC locking. Internal memory 32GB yang dapat difungsikan sesuai kualitas gambar yang kita inginkan.

Maximum Recording Time
Internal Memory / 32 GB SDHC Card:
PS (LPCM): 145 minutes
FX (LPCM): 170 minutes
FH (LPCM): 225 minutes
HG (LPCM): minutes
DV (LPCM): 140 minutes

Hal lainnya kamera tersebut memiliki berat 2.8 kg (body only) dan 3.1 kg (lens hood, lens cap, microphone, eyecup, shoe cap, and NP-F570 battery). Dan mari saatnya saya bahas satu demi satu fitur yang disediakan oleh kamera tersebut.

Wide 26.8mm Angle Lens
Dengan 12x Zoom, memiliki fitur lensa 26,8mm setara dengan focal lensa wide – biasanya untuk video-video film look – dan tidak memerlukan adapter lagi. Kelemahan: jangan menggunakan fitur 12x zoom lensa jika kondisi tidak terlalu diperlukan karena kualitas gambar yang terekam kurang bagus dan juga mengalami guncangan yang keras.

Exmor R CMOS sensor
Sudah saya bahas di atas secara detil. Teknlogi ini awalnya diterapkan di smartphone namun ternyata cocok diaplikasi ke camcorder profesional.

OLED Tru-Finder and 3" LCD Panel
View finder berteknlogi OLED yang memiliki resolusi lebih dari 1.44 juta dot, sehingga memungkinkan untuk preview/melihat gambar serasa lebih real time. Menurut saya dibanding dengan seri sebelumnya justru jenis view finder ini jauh lebih baik karena tidak menggunakan teknologi touch screen. Pada dasarnya teknologi touch screen pada camcorder tersebut mempunyai kelemahan alias sangat ringkih, terutama apabila touch screen tidak berfungsi sama sekali maka dipasatikan kita tidak bisa menggunakan kamera tersebut secara maksimal.

Low-Light Shooting
Kamera SONY HXR-MC2500 mampu menangkap gambar hingga 0.8 lux minimum illumination dengan menggunakan shutter speed 1/15 second, bukaan iris f/1.8, dan gain 33dB. Ditambah dengan lamu LED 800 lumens yang menempel pada body kamera secara langsung mempermudah pada saat merekam gambar dengan kondisi mendadak.

Catatan: dengan fitur lampu yang menempel pada body memudahkan para video maker (video journalist) untuk merekam secara simultan dan siginifikan dengan pencahayaan yang baik setara dengan lampuDay Light (56000K).

Wi-Fi Enabled with NFC Connectivity
Melalui Wi-Fi kamera ini memungkinkan untuk disetting melalui smartphone atau teblet sekaligus sebagai alat preview gambar dan suara. Dengan fitur NFC mampu memberikan kemudahan operasi kamera pada saat tapping, fitur tersebut dapat mengendalikan antara lain :
• Record start/stop
• Zoom
• Iris
• Touch Auto Focus
Komunikasi jarak-dekat (atau Near-field communication) merupakan bentuk komunikasi nirkabel jarak-pendek di mana antena yang digunakan lebih pendek daripada gelombang sinyal operator (yang mencegah interferensi gelombang dari antena yang sama).

Hybrid Recording
Dengan internal built-in memory sebesar 32B memudahkan kecepatan dalam mengambil gambar, kita dapat bayangkan ketika media rekam masih menggunakan kaset video pastilah kita disibukkan dengan mamasang kaset terlebih dahulu. Berikut lama dan kualitas gambar yang dihasilkan dengan kompresi Codec yang brebeda-beda:

Maximum Recording Time
Internal Memory / 32 GB SDHC Card:
PS (LPCM): 145 minutes
FX (LPCM): 170 minutes
FH (LPCM): 225 minutes
HG (LPCM): minutes
DV (LPCM): 140 minutes

Multi-Interface (MI) Shoe
Tambahan fitur interface yang memungkinkan kemudahan dalam mengkoneksikan antar interface sejenis milik Sony. Termasuk di dalamnya microphone, wireless receiver dan flash.  Sayangnya fitur ini tidak mengikuti teknologi sebelumnya sehingga memungkinkan untuk tidak konek pada saat dicoba untuk disambungkan.

DV Recording
Di dalam mode SD (Standard Definition) HXR-MC2500 merekam dengan Codec DV sama seperti MiniDV dengan format file AVI. Penyertaan teknologi ini sebenarnya hanya sebuah pelengkap bagi mereka yang masih menggunakan teknologi SD, walaupun pada kenyataanya teknologi tersebut sudah sangat jarang dipakai bahkan ditinggalkan oleh video maker profesioanl.

Assignable Lens Ring
Ring lensa yang multifungsi dapat diatur untuk mengontrol fokus, exposure, white balance, iris, atau kecepatan rana secara manual - memberikan Anda akses langsung tanpa harus melalui menu kamera.

Time Code
Istilah SMPTE timecode atau user bit (UB) untuk multi camera productions atau untuk menandai kemudahan footge dalam post-production. SMPTE berfungsi untuk menentukan bagaimana frame dihitung dan dibaca. Misalnya dalam default Adobe Premiere menggunakan time code SMPTE (Society of Motion Picture and Television Engineer), dimana durasi 00:06:51:15 berarti video telah diputar selama 6 menit 5 detik dan 1,5 frame.


BNC Composite Output
Adalah Output komposit menggunakan terminal BNC, yang merupakan konektor penguncian yang mengurangi risiko sengaja menghentak kabel keluar saat siaran langsung

Optical SteadyShot Image Stabilization with Active Mode
Fitur ini memungkinkan kita untuk mengambil gambar secara normal dengan image yang lebih stabil, ketika fitur tersebut diaktifkan akan mengurangi goncangan yang terjadi selama syuting.

Quick AF System
Dirancang untuk meningkatkan akurasi auto focus bahkan dalam kondisi cahaya rendah (low-light) sekalipun.

L Series Battery
Dukungan untuk Sony profesional bergaris baterai L Series berarti mampu bertahan hingga 14 jam masa pakai baterai. Dimungkinkan pula menggunakan dengan baterai lain secara terpisah baterai F970 NP.

NET.tv Mengubah Wajah Baru TV Nasional



NET. tv adalah HDTV [High Definition TV] pertama di Indonesia yang menggunakan teknologi HD. Di mana dalam teknologi HD umumnya menggunakan frame size 16:9 [wide screen] bukan 4:3 yang lazim digunakan oleh SDTV [Standart Definition TV], tak salah bila kita menonton NET. tv ini mendapatkan sensasi gambar yang luar biasa tajam yang tak kita dapatkan di tayangan-tayangan televisi lain. Berikut perbedaan SDTV dan HDTV:

SD/SDTV [Standard-Definition Television] dan HD/HDTV [High Definition Television]. SDTV terbagi menjadi 2 yakni analog dan digital, meskipun dalam perkembangannya digital-lah yang banyak digunakan sebagai media rekam audio visual modern.

Sedangkan format HDTV terbagi menjadi :

720p: memilik aspect ratio 1280X720 dan resolusi gambar 921,600 pixels per frame. Sedikit memberikan visual menyerepuai film look hingga mendapat sebutan “little bit of a film look”.
1080i: dengan aspect ratio of 1920X1080 resolusi gambar 1,555,200 pixels per frame. 1080i memberikan visual dengan visual gambar yang sangat tinggi sebutannya “a very high-quality video look”.

1080p: dengan aspect ratio of 1920X1080 dan resolusi gambar 2,073,600 pixels per frame. Merupakan format yang paling baru didesin khusus untuk menyamai camera film, sebutannya “a compete with film cameras”.

Tulisan ini sudah pernah saya tulis sebelum HDTV seperti NET. tv ini mengudara [on air] di langit Indonesia. Bahkan kajian ini akan terus berkembang sesuai zaman, sering saya mengatakan dimasa depan orang tidak lagi kesulitan pada saat melakukan perekaman gambar berkualitas tajam dan bagus meski hanya untuk “iseng”. Sebab akhir-akhir ini teknologi HD sudah merambah dunia ponsel smart / smartphone dan gadget lain yang super canggih. Itu artinya semua sedang bergerak meninggalkan SDTV yang sudah dipandang jadul.

Kemudahan dan ringkasnya peralatan broadcast zaman ini membuat setiap individu sudah harus mampu menjadi bagian perkembangannya, kita lihat profesi baru semacam VJ [Video Journalist]/News Hunter tidak lagi akan lagi membawa kamera besar jenis ENG (Electronic News Gathering) dengan berat 25 kg tapi cukup hanya dengan camcorder Full HD kegiatan liputan menjadi lebih ringan dan ringkas. Kemudahan lain adalah pada saat kita akan mengedit, jika dahulu untuk mengedit video itu harus menggunakan bantuan VTR (Video Tape Recorder) atau dengan camcorder itu sendiri, maka teknologi HD hanya cukup melepas memory card, internal HDD, atau jenis card yang lain dari camcoder kemudian cukup meng-copy dan mem-paste file ke dalam komputer.

Masalahnya belum seluruh stasiun TV menggunakan teknologi HD ini, termasuk SDM yang belum banyak tahu tentang teknologi HD tersebut.

Hal-Hal Penting yang Harus Kita Ketahui untuk Tips Upload Video di Youtube



Perlu kita ketahui bahwa format H.264 adalah codec yang digunakan oleh sebagian besar video streaming seperti YouTube sekarang ini, meskipun ada juga codec lain yang digunakan seperti VP8 adalah jenis codec yang masih digunakan untuk kompatibilitas ponsel lama, dan codec yang lebih baru yang masih dalam proses pembangunan adalah VP9, yang menjanjikan untuk memberikan kualitas video yang lebih tinggi daripada H.264.

Perkembangan tersebut perlu terus di-update agar kita tak ketinggalan zaman di era teknologi ini, nah berikut adalah beberapa syarat yang harus Anda baca pada saat akan mengupload video ke dalam YouTube

Format Video yang Diterima oleh YouTube
Sebenarnya kita dapat meng-upload hampir semua jenis video ke YouTube, dari video yang baru diambil (di-shot) dengan kamera ponsel atau dengan kamera berjenis consumer hingga kelas professional. Berikut adalah daftar format video YouTube yang mendukung antara lain: MOV, MP4, AVI, WMV, dan banyak lainnya. Anda mungkin akan terkejut saat mengetahui bahwa YouTube bahkan dapat menerima format video berkualitas tinggi seperti ProRes, DNxHD dan terkompresi video HD 10-bit. Dengan catatan ketika meng-upload memerlukan waktu lebih lama.

Kualitas VS Upload Time (Lamanya Waktu Upload)
Jika kualitas video adalah prioritas nomor satu, maka silahkan dengan segala cara meng-upload kualitas video ProRes, DNxHD atau file video yang terkompresi HD. Walaupun kelihatannya kita akan mendapatkan artefak (baca: informasi data) video di YouTube lebih sedikit ketika kita meng-upload format video berkualitas tinggi, jika dibandingkan dengan file bit rate yang lebih rendah. Tapi sebenarnya satu-satunya perbedaan yang nyata adalah ukuran file. Yang ini akan berpengaruh pada proses penayangan atau streaming.

Ukuran file dan Durasi
Anda juga harus mempertimbangkan ukuran file dan panjang video Anda. Dengan account standar (baca: gratisan), video yang Anda upload ke YouTube tidak bisa lebih dari 15 menit. Jadi jika video Anda menginginkan lebih lama dari itu, Anda harus mendapatkan status terverifikasi (baca: berbayar), nah… mungkin cara lainnya adalah membagi video Anda menjadi potongan-potongan yang lebih pendek untuk kemudian Anda upload.

Mendapatkan Format Yang Benar
Setiap kali video yang kita upload tidak cocok dengan format YouTube, YouTube akan melakukan format konversi. Contoh paling sederhana adalah resolusi. Jika Format editing Anda sudah progresif dengan resolusi pixel square yang direkomendasikan, maka upload akan lebih cepat. Semisal mengekspor ProRes progresif 1080P, maka dengan mudah meng-upload. Jika Format editing Anda tidak cocok, misalnya, jika video Anda interlaced atau itu menggunakan aspek rasio pixel non-persegi (non-square) seperti DV. Misalnya PAL Square Pixel 768 X 576 Pixel, sedangkan Non Square Pixel 720 X 576. Frame size VHS atau VCD (Standar MPEG) menggunakan 320x240 (untuk VCD NTSC), sedangkan 352 X 288 pixel (untuk VCD PAL). maka Anda harus melakukan konversi format dengan mengekspor file video baru dengan benar.

Resolusi dan Pixel Aspect Ratio
Berikut beberapa pixel aspect ratio square saat Anda ingin meng-upload ke YouTube. Untuk SD 04:03 video, menggunakan resolusi 640x480. Untuk SD 16:09 menggunakan video layar lebar 854x480 , dan untuk video HD menggunakan 1280x720 (720p) atau 1920x1080 (1080p).

Deinterlacing
Video yang Anda upload ke YouTube harus progresif, bila kita menemukan video interlaced, pastikan untuk diubah deinterlace pada saat mengekspor. Misalnya, memilih kompensasi deinterlacing di Apple Compressor karena akan menghasilkan perbedaan signifikan dengan membutuhkan waktu lebih lama untuk ekspor, dan dapat menghasilkan hasil yang jauh lebih baik .

Bit Rate
YouTube tidak menetapkan batas bit rate untuk H.264. Mereka merekomendasikan 8.000 Kbps untuk video 1080P, atau 50.000 Kbps tapi hal ini dilakukan jika Anda memiliki koneksi jaringan yang bagus untuk meng-upload dan tak keberatan untuk menunggu.

Codec
Jika timeline video Anda ProRes dan itu interlaced, Anda tidak perlu mengekspornya ke H.264 . Sebaliknya, jika video tidak ProRes Anda dapat melakukan deinterlace ke file ProRes pada saat ekspor untuk menjaga kualitas gambar Anda. Mengapa harus format H.264? Satu-satunya alasan untuk mengekspor H.264 adalah karena kecepatan upload dan proses lebih cepat.

Software
Beberapa software seperti Adobe Media Encoder dan Compressor, Sorenson Squeeze, Handbrake, MPEG Streamclip, dan ffmpeg semua mampu untuk meng-encoding file H.264. Kebanyakan encoding software tersebut dilengkapi dengan preset YouTube yang berfungsi sebagai langkah awal untuk mengupload. Dan perlu diingat YouTube tidak menyediakan kualitas tertinggi untuk format H.264 bit.

Selamat Bereksperimen

Agar Suara Shooting Video Peka dan Bagus ! Teknik Cara Menggunakan Mic Boom / ShotGun pada Perfileman (Video Shooting Film)

“Kadang-kadang kita ini bikin film selalu audionya kacau, suaranya kadang juga kecil... nah kemarin malah audionnya pecah.., itu gimana ya caranya biar bagus, audio yang kita rekam” dalam satu workshop pertanyaan ini pun tidak satu dua kali muncul bahkan berkali-kali. Saya akan memulainya dari yang paling sederhana, esensi video dan film seebenarnya rangakian utuh karya audio dan visual bukan hanya mengandalkan visual saja atau audio saja. Banyak para filmmakers dan videomakers pemula yang gagal dalam proses penggarapan audio, terutama audio untuk dialog.

Apakah mereka tidak paham atau mengerti? Tentu bukan itu pertanyaannya, semua paham. Namun sebagian para filmmakers dan videomakers pemula rata-rata pada saat awal penggarapan mereka lebih menitik fokuskan kepada visual saja, urusan audio agak diabaikan. Nah.. mulai sekarang urusan audio sama-sama diprioritaskan, sama pentingnya dengan visual.

Saya akan memulai pembahasan dari klasifikasi garapan video atau film yang akan kita produksi. Pertama mari kita lihat, klasifikasi dan karakter mikropon yang diperlukan oleh produksi konten video, film maupun televisi.

Mikropon Untuk Drama
Drama televisi berbeda dengan drama radio, karena drama televisi pasti diusahakan mik tidak terlihat oleh kamera. Maka perlu dipasang GUN MIC (berjenis condenser) dengan polar patern super cardioid. Mik digantung dengan ketinggian tertentu pada boom stand diusahakan sudut 30 derajat diarahkan pada si pemain/aktor/aktris.

Profesional filmmakers
Karena biasanya pemain/aktor/aktris tidak statis pada arah dan jarak tertentu maka perlu seseorang yang memegang stik boom+fishpol yaitu seorang boomer untuk menjaga jarak dan arah mik tersebut tetap pada posisi yang baik, sehingga bisa didapatkan hasil yang maksimal kita harapkan.


Merekam di lokasi yang banyak gangguan noise, menurut pengalaman saya sangat sukar mendapatkan balancing (keseimbangan) antara noise dengan sumber suara yang kita kehendaki. Misalkan di bandara, terminal, stasiun, pinggir jalan raya, dekat pabrik, dll, maka kita harus hati-hati jangan sampai noise justru lebih dominan dari pada suara yang kita kehendaki.
Hal penting yang harus diperhatikan dalam membuat rekaman audio untuk lokasi yang noisenya terlalu dominan adalah :
1. Sumber suara kita dekatkan semaksimal mungkin dengan mik (jangan sampai suara pecah).
2. Lokasi kita isolasi dengan kain (sound blanked)
3. Menggunakan mik khusus super cardioid atau clip on.
4. Memasang wind screen (wind shield) pada mik.

Wind Shield
Perangkat elastis mic boom (bisa bergerak kemana pun)
Teknik Pengoperasian Boom Mic 
Mikropon boom merupakan perangkat mikropon yang memiliki dua komponen utama. Pada bagian pertama mikropon boom merupakan perangkat yang secara elastis dapat bergerak dengan bebas, sedangkan komponen lainnya merupakan preambulator (preamp) yang berfungsi untuk mengoperasikan peralatannya. Pada bagian dari komponen boom inilah sebuah mikropon dipasang, dan dengan bantuan seorang operator boom (boomer), mikropon tersebut dapat dioperasikan dengan mengikuti gerakan-gerakan para pemain. Tuntunan untuk mengoperasikan boom dibutuhkan teknik yang tinggi, karena baik mikropon maupun bayangannya selalu harus diusahakan untuk tidak terlihat atau muncul dalam layar televisi/film (tidak bocor). Kemudian untuk meningkatkan kemampuan seorang operator boom selalu melakukan percobaan-percobaan dan latihan bloking secara terus-menerus termasuk dalam hal melatih kepekaannya, sehingga dapat menghasilkan kualitas suara yang bersifat alami, perspektif dan sempurna. Berikut ini ada beberapa catatan penting dalam pengoperasian boom mic :

Perangkat elastis dapat bergerak bebas dan perangkat preamp mic boom


(1) Pahamilah dengan cermat sudut kamera dan ukuran gambar
Anda harus memahami betul tentang hubungan antara sudut dari mikropon boom dan angle dari kamera. Anda seharusnya menggeser posisi mik dengan tetap mempertahankan besar derajat sudutnya jika Anda ingin mendapatkan hasil suara yang sesuai dengan ukuran gambarnya.

(2) Kesalahan-kesalahan dengan peletakan posisi mikropon yang biasa dilakukan. Kadang-kadang Anda melakukan kesalahan dalam memilih posisi yang terlalu statis untuk mikropon, hal ini disebabkan karena Anda enggan untuk menggeser mikropon yang diarahkan kepada pemain, sehingga Anda lebih memilih mengambil sudut yang terlampau besar. Akibatnya suara yang didapat pun tidak maksimal.

(3) Jarak mikropon dengan sumber suara.
Tetap berusaha mengikuti gerakan-gerakan para pemain, sangatlah penting untuk dapat tetap menjaga jarak dan ketepatan besarnya sudut. Jika besar jarak atau sudut tersebut berubah, maka nada suaranya juga akan berubah, karena dalam hal ini ada hubungannya dengan perbandingan antara suara yang langsung dapat diterima/ditangkap oleh mikropon dengan yang tidak. Anda juga harus dapat menciptakan hasil rekaman dialog yang bagus perspektifnya.

(4) Mengembangkan / menyesuaikan suara dengan take shoot
Take shoot yang terlihat di layar akan selalu berubah sesuai dengan kebutuhan shot list, biasanya gambar yang dihasilkan dari pengambilan gambar disesuaikan dengan type of shot, misalnya: dari Close-Up ke gambar Long Shot. Pada saat seorang boomer harus mampu merekam suara yang sesuai dengan ukuran gambar (type of shot) agar memiliki kepekaan terhadap jaraknya.

Di dalam program acara drama (film), jenis mikropon boom-lah yang paling sering digunakan untuk merekam baik di dalam studio atau di luar studio. Namun demikian, bilamana mikropon-mikropon boom ternyata tidak dapat digunakan karena kondisi dari set studio (dekorasi) atau hal lainnya, maka boom tangan (fishpole) atau mikropon suspensi atau mik yang tersembunyi termasuk mikropon tanpa kabel (wireless mic) adalah sebagai alternatif dapat digunakan dalam perekaman program acara televisi drama.

Kelengkapan sebuah ShotGun Mic? Dapat dirinci satu per satu:
1. Pertama adalah Mic-nya sendiri. Umumnya ShotGun Mic bentuknya mirip batang atau tongkat pendek.
2. Kabel, boleh pendek maupun panjang, fungsinya menghubungkan Mic dengan Handycam / Kamera / Alat Perekam Suara
3. Handycam / Kamera DSLR (optional / tidak wajib)
4. Alat Perekam Suara (optional / tidak wajib)
5. Stabilisator, atau alat untuk mengurangi goncangan mic yang dipasang di atas kamera
6. Boom / Fish Pole, tongkat yang dipakai untuk penggambilan suara yang membutuhkan jarak agak jauh dengan kamera/handycam
7. Serta Pistol Grip
8. Windscreen atau penghambat angin

Lalu, bagaimana Cara Menggunakan ShotGun Mic. Apa saja langkah-langkahnya?
1. Siapkan ShotGun Mic, pasangkan ke Handycam atau Kamera bila Anda hanya ingin mengambil gambar yang dekat
2. Letakkan Mic ke Atas Handycam, di tempat yang telah disediakan
3. Pasangkan Stabilisator untuk mencegah goncangan Mic bila perlu
4. Keuntungan ShotGun Mic yang ditempel di kamera adalah bila kita ingin menjadi kameraman sendiri, sekaligus merekam suara / audio tanpa ada bantuan orang lain. Kelemahannya yaitu bila objek gambar terlalu jauh, sehingga mic tidak dapat menjangkau suara tersebut.
5. Kalau Anda ingin mendapatkan suara di jarak yang agak jauh atau posisinya lebih presisi, Anda bisa menggunakan Boom / Fish Pole, yaitu semacam tongkat untuk mendekatkan mic ke objek suara. Suara orang atau mesin yang menjadi latar belakang bisa dikurangi dengan cara ini. Namun tentunya alat ini butuh seorang petugas sendiri untuk memegangi tongkat, karena satu orang tidak bisa memegang kamera video dam boom secara berbarengan
6. Untuk pengambilan data suara saja, tanpa gambar video, anda bisa menggunakan pistol grip. Umumnya alat ini digunakan untuk mengambil suara dari alam, bukan vokal manusia, misalnya sebagai sound effect.
7. Penggunaan Windscreen bisa menjadi pilihan, apabila tempat shooting video anda di luar ruangan dan banyak angin berhembus.
8. Kabel audio dibutuhkan untuk menghubungkan antara mic dengan handycam / kamera video / alat perekam suara. Kalau mic dipasang di kamera tentu saja hanya butuh kabel pendek, sedangkan penggunaan boom tentu membutuhkan kabel yang panjang, yang bisa saja mencapai 5 meter.

Microphone rekomendasi
Indoor Microphones (hyper cardioids and cardioids):
Mid priced: Sennheiser ME64,
High-end: Neumann KM150, DPA 4017B,
Haven’t used but others rave - Schoeps MK41

Outdoor Microphones (Shotguns):
Mid priced: Shure VP89 series, Sennheiser ME series.
Haven’t used but others like - Audio-Technica series, Rode NTG series
High-end: Sennheiser MKH series, Neumann KMR series.
Haven’t used but others rave - Sanken series

Lavaliere Microphones:
High-end: Sanken COS11D, Tram TR50, Countryman B6

Video Camera-mounted Microphones:
Mid priced: Sennheiser ME64, Rode NTG-3, Sennheiser MKE600

DSLR camera-mounted Microphones:
Mid Prices: Rode VideoMic Pro, Shure VP83, Sennheiser MKE400
High-end: Shure VP83F

Penjelasan dalam bentuk video :


Agar suara shooting video peka dan bagus menggunakan mic earphone ke hp (cara sederhana dengan hasil yang bagus juga)

Memahami Komputer untuk Video Editing



Bagi Anda para videographer terkadang mengeluh, mengingat kerja computer yang Anda gunakan untuk postproduction tak secepat yang biasanya begitu juga kualitas gambar yang dihsailkan tidak maksimal. Berikut tips menarik bagi Anda videographer sebelum membeli komputer berkemampuan editing. Ada 5 hal yang harus dijawab sebelum Anda membeli komputer rakitan sebagai video editing, pertanyaan itu antara lain:
  1. Pakai PC atau Mac
  2. Perhatikan Spek [spesifikasi] komputernya
  3. Bagaimana cara Anda memindahkan video ke dalam computer
  4. Memlih Software Editing
  5. Membagi Video [distribute]

1. Memilih PC atau Mac
Perdebatan soal memilih PC atau Mac hingga kini masih menjadi pertimbangan utama, apalagi di Indonesia yang sejak awal komputer masuk yang kita kenal kebanyakan adalah PC bukan Mac. Baru setelah era 2003-an Mac mulai banyak dikenal oleh masyarakat awam, atau jangan-jangan Anda yang telah menekuni dunia videografi seperti video syuting tak mengenali apa itu Mac.

Selama ini berdasarkan pengalaman sebaiknya mulai sekarang untuk menekuni videografi gunakan Mac, pengalaman menunjukan baru Mac yang cara baca file video dan grafik itu benar [real time]. Ada banyak pilihan Mac mulai dari 21” hingga 24” dengan kisaran harga antara 13 juta – 20 juta. Spek didalamnya gunakan minimal Pentium 4 core i5 dengan RAM minimal 4G atau i7 RAM dengan 16G untuk harddiks minial 1 Terra atau 2 Terra serta Graphic Card minimal 1G.

2. Perhatikan Spek
Di poin 1 sudah disebutkan mengenai sedikit spek komputer. Yang berikutnya ada 5 faktor hardware yang penting untuk Anda perhatikan pada saat merakit komputer untuk video editing. 5 faktor itu antara lain: power CPU, memori RAM, hard drive / hard disk, kartu grafis, dan monitor.

Power CPU adalah kekuatan otak komputer itu sendiri, gunakan generasi Pentium i5/i7 sebagai processornya. Hal ini karena perkembangan teknologi software yang berkembang semakin baik diikuti perkembangan teknologi video yang makin canggih juga. Spek Untuk RAM minimal 4G ini karena sebenarnya proses editing video itu memerlukan kerja ekstra bagi komputer tersebut. Hard disk juga menjadi hal yang utama, minimal Anda memiliki hard disk 1 T dan 1 T lagi eksternal hard disk. Kartu grafis (graphic card) menjadi penting karena ini akan membantu proses render pada saat editing video dilaksanakan, minimal kartu grafis juga mendukung 3D serta telah memiliki fitur HD [High Definition] dengan kecepatan memori 1 G minimal. Yang terakhir adalah monitor, disarankan sebaiknya monitor juga harus besar minimal 21” disamping itu Anda juga harus memiliki monitor review.

3. Proses pemindahan data [capture]
Biasanya diperlukan kartu [card] pada saat akan memindahkan data / mentrasnfer data video ke komputer paling minimal adalah fire wire meskipun banyak merk yang mengeluarkan seperti Pinecle, Avid, Edius dll. Intinya pemindahan data video ke komputer diusahakn real time agar hasilnya maksimal.

Teknologi sekarang memudahkan para videographer dalam mentrasfer data video ke komputer, hal ini karena sekarang telah banyak camcorder / kamera yang sudah memiliki spek HD dengan bentuk data digital.

4. Memilih software editing
Software hal paling penting pada saat Anda akan melakukan edit video, penguasaan soft ware adalah faktor utama bila Anda menginginkan kualitas video yang baik. Terbagi menjadi 2 dalam pemilihan soft ware editing yakni kelas pemula [beginner] dan kelas professional. Untuk kelas pemula pilihannya mungkin ini: Adobe's Premiere Elements ($100), Nero's Multimedia Suite ($130), Cyberlink's PowerDirector ($70-$100) Sony's Vegas Studio ($95), Corel VideoStudio Pro X4 Introductory Editing Software ($80), MAGIX Movie Edit Pro 17 Plus ($100) or Pinnacle System's Studio Collection ($130) atau soft ware bawaan dari OS [Operation system].
Sedangkan untuk kelas professional Adobe Creative Suite 5.5 Production Premium ($1,699), Avid Media Composer ($2,495), Sony Vegas Pro 10 ($600) and Apple Final Cut X ($300).

6.Distribusi hasil akhir video
Pendistribusian hasil akhir video menentukan juga, editing sebagus apapun bila salah dalam mengeksport/distribute maka hsailnya juga tidak maksimal. Intinyna sesuaikan dengan keperluan yang Anda inginkan. Mengingat jaman sekarang semua produk video sudah banyak menggunakan teknologi HD maka pun Anda harus menyesuaikan, paling sederhana adalah diekspor ke DVD maka Anda memerlukan DVD burner. Mengingat teknlogi HD hanya bisa digunakan dengan Blue Ray maka Anda harus melengkapi HiDef Blu-Ray burner.
Bila Anda ingin berbagi lewat HP Android, You Tube atau file yang lebih kecil dan berkualitas maka diperlukan converter misalnya ArcSoft's Media Converter 7.5, Procoder Edius dapat Anda gunakan.

Cara Burn DVD Film Durasi Lebih dari 1 Jam (Banyak Film)

Bila kita mau burn DVD menggunakan software editing video mungkin hanya mampu berdurasi 1 jam untuk 1 keping dvd. Namun bagaimanakah caranya agar kita bisa membakar (burn) dvd movie / film dengan jumlah banyak dalam 1 dvd. Berkut tutorialnya :

Ada 2 software yang saya gunakan :

1. TmpGenc http://www.tmpgenc.net/

Software untuk merubah AVI menjadi Mpeg, fungsinya agar file yang kita download dari internet, bisa di baca / di mainkan oleh di DVD Player kita di rumah, secara umum.

2. DVD Lab Pro http://www.mediachance.com/dvdlab/dvdlabpro.html

Software untuk membuat Menu, Track, memasukan Subtitle dan masih banyak fungsi lainnya.

3. Jangan lupa tambahkan perbendaharan CODEC pada sistem komputer anda.

banyak kok, di internet coba aja tanya om google.

Spec PC dirumah :

Athlon XP 1800+ Ghz, DDR1 512 Mb, Vga 256 Mb. HDD 120 Giga.

Berikut Rincian singkat yang harus di lakukan dalam proses compile Film ke DVD Disk.

1. Buka software TMPGenc, Add File, Film ke Software TMPGenc.
Tampilan Awal TMPGenc

2. Setelah Filmnya Dimasukan, atur Setingan sesuai gambar 2,
Seting Frame Rate dan Aspect Ratio
Kalau Aspect Rastio dan Frame rate sudah di seting, klik OK

Aspec Ratio : untuk merubah besar kecilnya Display / Tampilan Film pada Layar TV anda.

Frame Rate : Untuk mengatur banyaknya gambar yang di tampilkan perdetik dalam Film.

3. Klik Format.

4. Setelah itu, tampilan untuk seting Standart Video.

Seting Format Film, DVD, VCD dan lainnya
Seting Format Film, DVD, VCD dan lainnya
saya akan seting DVD, sehingga semua film yang saya masukan semuanya sudah di sesuaikan oleh software TMPGenc untuk setingan DVD, Perhatikan setingan pada gambar. Klik Select

5. Saatnya Seting untuk Video Bitrate, Perhatikan Gambar.

Video Size : sesuai setingan Aspect Ratio, yang tadi kita seting di awal.

Average Video bitrate : sangat berpengaruh pada kualitas gambar / film, dan besarnya ukuran film pada DVD Disc.

disini saya coba sengaja seting Average Video Bitrate pada kisaran 2200 kb/s, agar bisa memasukan 3 film pada DVD Disk Standart 4.7 Giga.

Anda bisa memperbesar dan memperkecil seting tersebut sesuai kemauan anda.., tetapi ingat… akan sangat berpengaruh pada kualitas gambar. Coba saja……(kalo punya stock DVD blank banyak……. he he ….biar gak penasaran..).

Audio Bitrate : saya seting 224, standart setingan untuk Audio pada DVD player, saya gak mau ambil resiko, untuk merubah rubah ini.., dari pada ntar nyesel…. gak ada suaranya.., tapi silahkan coba aja..

di tampilan tersebut juga terdapat estimate file size, dan grafik size besarnya file yang kita seting, agar bisa di sesuaikan dengan kapasitas DVD Disc.

Setelah semua di seting klik OK

6. Berikut tampilan setingan yang sudah ada, dan lebih rinci. Seting Video
Perhatikan sesuai gambar,

7. Setingan Audio, Perhatikan Gambar.
Settingan Tab Audio
kalau semua sudah di sesuaikan dengan gambar, klik OK, klik, Encode

8. Tampilan Encode.
Tampilan Encode

Yakinkan kembali setingan yang sudah kita buat, sebelum kita klik ENCODE, karena proses ini sangat membutuhkan waktu yang sangat banyak…dari pada nyeseeeel..

berdasarkan spec yang diatas, proses ini membutuhkan waktu 7 Jam, jadi ya.., di tinggal tidur pasti lah bisa…

proses encode ini juga tergantung hardware anda dan setingan Average Video bitrate

semakin besar Average Video setingnya semakin lama pulalah waktu yang dibutuhkan untuk Encode Videonya, pernah coba sih sampai 13 jam.. gile……kayaknya emang harus upgrade komputer nih…

tunggu sampai selesai……………………………………dan.. tunggu pula di akhir bulan nanti… pasti tagihan listrik anda akan membengkak… HA ha haha……………………….

lakukan proses dari awal apabila anda akan mengencode film yang lainnya.

Kalau sudah selesai proses Encodenya…, berbanggalah, berarti anda sudah berusaha untuk melatih kesabaran anda…, sekarang saatnya kita menggunakan software DVD lab pro untuk membuat menu.

1. Buka Sotware DVD lab Pro.
Tampilan awal DVD lab Pro
pilih PAL, berdasarkan referensi dari mbah google, kalau standart DVD player di Indonesia pakenya PAL. klik Ok.

2. Masukan / Import File Film yang akan kita masukan ke DVD disc.
pada saat memasukan / import film, nanti ada pilihan Demuxing, klik ok saja langsung..

Demuxing : proses pemisahan file video dan audio. perhatikan gambar.

3. Setelah gambar yang di inginkan sudah di masukan, klik ADD MOVIE, sesuai gambar.
Drag / Seret File film yang kita tadi telah masukan ke dalam Tab Movie, setelah itu Drag / Seret File Audio yang berektension .mp3 ke Tab Movie.

Add movie sesuai dengan jumlah Film.

4. Proses pembuatan Chapter

Proses pembuatan Track
Proses pembuatan Chapter
Klik pada icon pojok kanan, nanti ada popup mesage, “Auto Chapter”, untuk proses oembuatan chapter, untuk lebih mempercepat langsung pakai auto saja ya…!!, anda bisa seting sendiri kok..

5. Proses Pembuatan Menu Film.

Klik kanan Add Menu pada tab Projeckt, untuk membuka halaman menu.

Proses pembuatan menu
Proses pembuatan menu
Klik Tab, Background untuk memilih background pada menu, kita juga bisa menambahkan sendiri background kesukaan kita sesuai keinginan.

Masukan pula gambar Cover, film pada session ini.

6. Setelah Menu sudah dibuat, sesuai keinginan, hubungkan film dengan menu yang sudah dibuat.
Proses pembuatan Menu
Contoh : klik kanan pada gambar film 3, akan keluar pop up link, hubungkan dengan film yang dituju. perhatikan gambar.

7. Proses Conections

Proses Visual, menghubungkan antara Film, menu. agar tidak terjadi masalah pada saat pembakaran ke CD.

8. Proses Cimple DVD

Apabila sudah cukup yakin pada proses conection, maka tiba saatnya proses Compile DVD

Menu , Project, klik Compile DVD.

Proses Compile
Proses Compile
Apabila ada kesalahan seting, pada proses proses sebelumnya, proses compiling ini tidak dapat dilakukan., untuk mencegah film tidak bisa di mainkan pada DVD player.

pada proses ini membutuhkan waktu beberapa menit…, sabar saja.yang penting film yang kita buat, bisa di mainkan pada DVD player

9. Proses Burning Film ke DVD Disk.

Proses Burning Film Ke DVD Disk
Proses Burning Film Ke DVD Disk
Klik Menu Project, Burn DVD.

OK, selesai burning bisa langsung di coba, ke DVD player anda, selama ini sih kalau mengikuti proses proses diatas, gak ada masalah, semua bisa langsung di mainkan pada DVD player di rumah.

gak tau kalau anda mau mencoba setingan yang lain.

Selamat mencoba.

Thanks buat kaskus, yang sudah menambah ilmu, pengalaman selama ini.
⬆
Top